Ya... Kali ini pandangan saya terhadap KEJADIAN INDONESIA HARI INI.
Maksudnya ialah apa yang menjadi kegelisahan saya melihat keadaan negeri ini. Semenjak kampanye capres - cawapres tahun 2014 antara PRABOWO - HATTA dengan JOKOWI - JK banyak sekali penodaan dan pencemaran nama baik menjadi senjata disaat kampanye.
Kotor.... Kotor.... Kotor....
Kampanya kemarin adalah kampanya PALING KOTOR yang saya lihat selama 26tahun saya hidup. Saya tidak mau menjelaskan satu persatu , silahkan kalian lihat sendiri di youtube dll.
Bahkan pada saat ini di jakarta yang dimana pak BASUKI TJAHAYA POERNAMA a.k.a AHOK menjadi gubernur banyak tebaran kebencian yang di taburkan oleh para pihak OPOSISI. Mulai dari makin mengamuknya ormas yang berlabelkan agama namun masih sangat bersifat keduniawian hingga tuduhan dati anggota dpr yang sangat membencinya.
Apakah di jakarta saja....?
Oh tidak... Mari kita lihat dimana sekarang aq tinggal. Ya... BALI.
Mungkin kalo saya membahas apa yangbterjadi di Bali atau mengungkapkan kebenarannya, saya sangat di kritik, dihina bahkan sebagian orang yg rasis menjuluki saya orang non bali (yang padahal saya keturunan BALI - BUGIS yang pasti darah suku Bali mengalir dalam darah saya ). Saya menjelaskan pada mereka bahwa saya orang Bali asli , mereka tidak percaya. Yups... Karena nama saya MUHAMMAD.
(Kata mereka pada paragraf diatas diartikan sebagai orang Bali yang rasis, tidak semua orang Bali rasis, hanya sebagian saja)
Berawal dari isu Desa dan Wisata Syariah di Bali.
Ya.... Seorang pria, rektor muda, senator dprd, dan keturunan raja majapahit hadir menentang hal itu. Begitu getolnya seperti pahlawan yang nindihin Bali. Setelah saya pelajari yang menentukan desa syariah di Bali adalah mendagri, bukan organisasi dll.
Banyak sekali pemikiran Rasis yang di taburkan kepada masyarakat Bali yang dari dulu sangat harmonis dengan keberagaman dan kerukunannya. (Maaf saya tidak menyebut nama karena saya sudah begitu muak dengan dia)
Mulai dengan ceramahnya di FP nya yang sarat akan berbau RASIS, sampai orasi orasi nya yang sangat terlambat menolak reklamasi bali (karena akan diadakannya pilgub Bali dia hadir mencuri perhatian masyarakat bali lewat ini, begitu yang banyak diberitakan di media).
Sudah ah.... Ngomongin dia emamg gak ada habisnya, tuhan tidak tidur, yang memulai dengan kebencian pasti akan terkapar dengan kehinaan. Meskipun dia keturunan Raja Majapahit , Allah SWT sangat gampang membuka mata hatinya agar ia mulai menghormati dan menghargai agama lain.
BILA SEMUA BERMULA DENGAN KEBENCIAN MAKA KEHINAAN AKAN SEGERA MENYUDUTKAN DIRINYA.